bukanlah soal masalah - masalah percintaan maupun lilitan utang.Yang sedang gue alamin saat ini adalah soal kesendirianYa,kalian gak salah dengar, gue sedang mengalami kesendirian.
Karena kesendirian ini,bermacam-macam pikiran selalu datang,Satu hal yang tidak gue mengerti sampai sekarang adalah bagaimana caranya gue keluar dari kesulitan ini? Gue tau ini rumit karena masalah yang gue alamin ada pada diri gue sendiri dan pemecahan masalahnya tidak semudah meniup gajah. Namun bukan itu yang ingin gue bahas, BUKAN. Gue lebih suka bercerita dengan seseorang yang mampu membuat gue lupa masalah ketimbang menceritakan masalah gue kemudian meminta solusi,karena menyakitkan jika yang kita lakukan hanya terus mengingat.
Kembali pada hal yang ingin gue bahas, terkadang,saat kita sedang mengalami keadaan tertekan atau dalam masalah,kita memiliki kebiasaan yang tidak kita sadari namun telah kita lazimkan menjadi sesuatu yang boleh dilakukan,yakni membanding-bandingkan kehidupan kita dengan kehidupan orang lain.
Saat dalam keadaan ini, kita selalu membuat kesimpulan bahwa hidup kita selalu buruk dibanding hidup orang lain. Kita membuat pemikiran "Hidup gue kok gini - gini amat, yaa.. Sedangkan dia kok bisa gitu ya ?" kemudian mendakwa bahwa Tuhan tidak pernah peduli kepada kita atau tidak pernah mengabulkan doa kita.
Dari sini kita udah ngebuat dua dosa. Pertama, karena kita telah membanding-bandingkan suatu hal,padahal Tuhan saja tidak pernah membanding-bandingkan kita dengan yang lain.Mau kaya atau miskin, mau pintar atau bodoh, mau jomblo atau LDR-an semuanya sama di mata Tuhan.Dan kedua,kita telah berprasangka bahwa Tuhan tidak mau peduli terhadap kita.Tapi, hey tunggu dulu,bukankah rencana Tuhan lebih mengejutkan daripada apa yang kita bayangkan?
Selain dua dosa di atas, dengan perbuatan ini juga kerap membuat kita iri hati.Sudah lagi dalam masalah, membuat dua dosa,ditambah suasana hati yang gundah akibat ulah sendiri.Apa jadinya diri kita yang satu ini? Nah,demi terhindar dari iri hati yang mendalam, ada baiknya kita merubah kebiasaan kita. Sesuatu yang kita bandingkan tidak musti kehidupan orang lain melulu, bisa saja kita membandingkan dengan kehidupan kita sebelumnya.Tentunya kehidupan yang menurut kita paling banyak merasakan bahagia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar